Syarat Menjadi Pengawas Operasional Madya Apa Aja?

Siapa sih yang gak mau kerja sebagai pengawas operasional madya? Baik di perusahaan BUMN maupun swasta, posisi ini jadi incaran banyak orang lho! Pasalnya, selain gaji yang fantastis, posisi ini juga memberikan banyak manfaat buat pengembangan jenjang karir. Nah, artikel kali ini akan membahas tentang syarat menjadi pengawas operasional madya. Simak sampai akhir ya!

1. Minimal Jenjang Pendidikan

Jenjang pendidikan selalu jadi kualifikasi utama dalam mencapai jenjang karir tertentu. Hal ini juga berlaku bagi profesi pengawas operasional madya! Minimal jenjang pendidikan yang ditentukan untuk posisi ini bermacam-macam, tergantung kebijakan perusahaan. Namun sebagian besar perusahaan menetapkan jenjang pendidikan minimal sarjana (S1) untuk posisi ini. Kalau soal jurusan sih tidak spesifik ya. Asalkan relevan aja dengan bidang operasional yang akan diawasi. Akan tetapi jurusan manajemen, teknik industri, administrasi bisnis, ekonomi, dan teknologi informasi, biasanya lebih sering dicari. 

Beberapa perusahaan atau lembaga Pemerintah juga ada yang mengharuskan kandidat memiliki gelar pendidikan S2 atau magister. Biasanya, persyaratan ini diperuntukkan bagi posisi yang lebih senior atau butuh skill khusus. Nah, agar lolos kualifikasi ini, sebaiknya Anda melamar posisi yang relevan dengan jenjang pendidikan Anda. Jika Anda memiliki gelar sarjana, maka pilihlah posisi yang mengharuskan minimal pendidikan sarjana.  

2. Minimal Lamanya Pengalaman Kerja

Selain jenjang pendidikan, lamanya pengalaman kerja juga ditetapkan sebagai syarat menjadi pengawas operasional madya. Mengenai hal ini, perusahaan umumnya menetapkan waktu pengalaman kerja selama kurang lebih empat sampai lima tahun.

Pengalaman kerja kandidat juga harus relevan dengan posisi yang dilamar. Maksudnya, pengalaman kerja yang diperhitungkan adalah pengalaman sebagai pengawas atau manajemen level junior. Misalnya, pengalaman sebagai pengawas operasional atau koordinator operasional. Selain itu, pengalaman bekerja di sektor publik juga bisa jadi nilai tambah lho!

3. Kemampuan dan Keterampilan Sebagai Senjata Pengawas

Anda perlu memiliki kemampuan dan keterampilan berikut sebagai syarat menjadi pengawas operasional madya:

  • Kemampuan dalam mengawasi dan mengelola operasional proyek secara efektif dan efisien; 
  • Kemampuan menjalin komunikasi efektif dengan berbagai pihak, mulai dari anggota tim, pihak manajemen, dan pihak-pihak lainnya yang berkaitan dengan proyek; 
  • Kemampuan untuk menganalisis data operasional serta memecahkan masalah yang muncul selama proses operasional berlangsung; 
  • Kemampuan memimpin tim, mulai dari memberi arahan, mengawasi tim, hingga mengevaluasi dan memberikan umpan balik kepada anggota tim; 
  • Kemampuan dalam mengelola kinerja tim operasional serta memastikan karyawan bekerja sesuai standar yang ditetapkan; dan 
  • Keterampilan dalam memahami dan menggunakan teknologi serta software

Pertanyaannya, apakah semua kemampuan itu harus dikuasai atau sifatnya opsional saja? Ya, sebaiknya begitu. Karena semakin banyak kemampuan dan keterampilan yang dikuasai maka semakin besar pula peluang Anda untuk lolos. Tapi jangan khawatir kalau belum menguasai kemampuan tersebut! Anda bisa mempersiapkan diri dengan mengikuti pelatihan rutin. 

4. Punya Sertifikasi Keahlian atau Pelatihan Atau Gak?

Beberapa perusahaan menetapkan kepemilikan sertifikasi kompetensi dan kepesertaan dalam pelatihan sebagai syarat menjadi pengawas operasional madya. Meskipun terkadang sifatnya opsional, namun dua hal tersebut bisa memberi nilai tambah bagi kandidat. Adapun sertifikasi kompetensi atau kursus pelatihan yang dipertimbangkan antara lain: 

  • Sertifikasi manajemen operasional, yakni sertifikat yang diterbitkan oleh lembaga manajemen operasional; 
  • Sertifikasi Lean Six Sigma atau Project Management Professional (PMP), biasanya untuk posisi yang berfokus pada efisiensi dan pengelolaan proyek; serta
  • Pelatihan kepemimpinan yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan manajerial.

Kalau semisal belum punya, bagaimana? Sebenarnya gak masalah sih, karena ini termasuk syarat opsional. Tapi kalau Anda punya sertifikasi kompetensi atau pelatihan yang berkaitan dengan bidang operasional yang dilamar juga bisa banget disertakan.

5. Jadi si Paling Update Regulasi dan Kebijakan

Sebagai pengawas operasional madya, Anda perlu update terhadap regulasi dan kebijakan terbaru di bidang operasional yang relevan. Pembaruan regulasi dan kebijakan umum yang harus dipahami ini meliputi kebijakan yang berlaku di kalangan Pemerintah, perusahaan, dan sektor industri. 

Selain pemahaman terhadap regulasi dan kebijakan baru, Anda juga perlu memahami bagaimana implementasinya dalam bentuk SOP (standar operasional prosedur). Pasalnya, SOP inilah yang akan menjadi pedoman Anda dalam menjalankan aktivitas operasional dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi di lapangan. 

6. Kemampuan Analitis dan Mengelola Data

Sebelumnya, sudah dijelaskan kalau pengawas operasional wajib memiliki kemampuan analitis. Hal ini ada kaitannya dengan data operasional. Data operasional akan dibutuhkan dalam melakukan evaluasi dan perbaikan kinerja. Data ini akan Anda peroleh dalam bentuk laporan, dan tugas Anda adalah mengolah data tersebut menjadi informasi. Tentu saja, ada alat yang bisa digunakan untuk mengolah data, misalnya Excel dan Power BI. 

Namun setelah data tersebut diolah menjadi informasi, Anda juga memerlukan kemampuan analitis untuk mengolah informasi menjadi poin evaluasi. Disinilah kemampuan analitis Anda diperlukan. Oleh sebab itu, kemampuan analitis dan mengelola data merupakan salah satu syarat menjadi pengawas operasional madya. 

7. Si Paling Profesional dan Punya Integritas

Berikutnya, syarat menjadi pengawas operasional madya adalah profesional dan punya integritas tinggi. Kandidat juga diwajibkan untuk mampu bekerja dengan tanggung jawab yang besar dan dedikasi yang tinggi kepada perusahaan atau lembaga. 

Soalnya, menjadi pengawas sama halnya dengan jadi teladan bagi seluruh anggota tim. Sederhananya, kalau pengawasnya tidak profesional dan tidak punya integritas, bagaimana mungkin kita mengharapkan hal-hal itu dilakukan anggota tim? Padahal dua sikap itu penting sekali agar tim bisa bekerja lebih efektif. 

8. Harus Sat-set dalam Adaptasi dan Menyelesaikan Masalah

Sebagai seorang pengawas, Anda perlu memiliki kemampuan yang sat-set dalam beradaptasi, baik dalam lingkup organisasi maupun pekerjaan. Pasalnya selama aktivitas operasional berlangsung, Anda akan bekerja dengan banyak orang dan tentu harus menghadapi berbagai perubahan pola kerja. Jika Anda tidak cepat beradaptasi, maka kinerja operasional jadi lamban alias gak efektif. 

Selain cepat beradaptasi, sebagai syarat menjadi pengawas operasional madya, Anda juga perlu memiliki insting dalam mengatasi permasalahan akibat perubahan. Pasalnya, adanya perubahan tentu akan berpengaruh ke aktivitas operasional. Nah, tugas Anda sebagai pengawas operasional madya adalah menyelesaikan permasalahan tersebut. Oleh sebab itu, kemampuan menyelesaikan masalah wajib dimiliki oleh pengawas operasional madya. 

Nah, jadi itulah 8 syarat menjadi pengawas operasional madya yang harus dimiliki kandidat. Kalau Anda masih merasa belum memenuhi syarat, tapi mau berjuang, maka solusinya ikutilah pelatihan untuk meningkatkan skill. Kebetulan nih, Vandertech Indo Training bisa membantu meningkatkan kualitas SDM melalui berbagai pelatihan dan sertifikasi. 

Tertarik ikutan? Buruan daftar sekarang! Kunjungi website vanderindotraining.co.id atau chat lewat Whatsapp di nomor wa.me/085186869909 untuk info lebih lanjut. Tingkatkan skill dan raih kesempatan jadi pengawas operasional madya dengan Vandertech! Selamat berjuang!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *